Friday, June 8, 2012

Thanks God It's Friday (T.G.I.F)




Thanks God It's Friday  atau biasa disingkat T.G.I.F merupakan istilah yang cukup populer akhir-akhir ini.
Kenapa demikian? Jawabannya cukup sederhana, karena Jumat adalah yang yang dinanti bagi kebanyakan orang yang bekerja 5 hari dalam seminggu. Jumat adalah hari kerja terakhir dalam satu minggu dan boleh dibilang merupakan hari yang banyak dispensasinya karena biasanya tiap Jumat pagi ada olahraga bersama terlebih dahulu, setelah itu istirahat siangpun menjadi lebih panjang... hohoho.....

Bagi kaum perempuan biasanya Jumat siang ini merupakan waktu untuk makan siang bersama teman-teman diluar kantor, bahkan ada pula yang menghabiskan waktu istirahat siang ini untuk berbelanja (yang satu ini tidak saya rekomendasikan karena akan memakan waktu yang cukup panjang).

Kebayakan orang antusias menunggu datangnya hari Jumat...
Kegiatan yang banyak dilakukan di Jumat malam di jakarta misalnya adalah berkumpul atau sekedar hang out di cafe bersama teman, nonton, makan , karaoke atau melakukan trip pendek hingga hari Minggu.

Apa kegiatan saya Jumat ini?
Jawabannya adalah bekerja, karena saat ini masih di kantor dan belum tahu sampai jam berapa *curcol* :P

Happy Wiken all.........

Thursday, May 10, 2012

Perempuan dan tas #2

Blog kali ini ,mungkin lebih tepat di sebut curhatan pribadi...
Masih dalam topik tas, sampai sekarang saya masih tidak mengerti alasan pribadi saya memiliki begitu banyak tas padahal untuk sehari-hari saya hanya memakai tas yang itu-itu saja.
Awal tahun saya sudah melakukan sortir untuk koleksi tas saya namun ternyata saya masih saja membeli tas baru lagi...
Dikarenakan hobi saya ini maka seorang teman selalu mengingatkan saya untuk membatasi pembelian tas baru. Untuk tahun 2012 ini saya mendapat jatah untuk membeli 4 buah tas baru......
Nyatanya..... ternyata hingga awal Mei ini saya sudah membeli 3 tas..... Berarti jatah saya tinggal 1 lagi hingga akhir tahun ini yang notabene masih 7 bulan lagi.....
Will I survive untill the end of this year? We shall see then....

Friday, March 30, 2012

Photo Session #1




Berlokasi di Bogor maka di sela-sela waktu istirahat di tengah agenda Workshop yang padat saya bersama seorang teman, Mbak Febrina melakukan "Photo Session" singkat di waktu makan siang. Setelah puluhan kali jeprat-jepret maka jadilah foto ini....
Terharuu... ^_____^ tapi puas...
Untuk menghasilkan foto ini dibutuhkan kerjasama antara fotografer dan model... Bukan hanya yang memfoto yang capek mengarahkan ,tapi model yang difoto juga harus bisa menjaga mood agar bisa tetap berekspresi walau disuruh bergaya aneh-aneh :D



Tuesday, February 21, 2012

Hari, Minggu, Bulan , Tahun

Sadarkah kita bahwa setiap saat waktu terus berjalan dan hitungannya akan terus maju, mulai dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun , abad.

Kita tidak bisa kembali ke masa lampau dan merubah semua yang terjadi di masa lalu...

Kata-kata favorit saya untuk mendeskripsikan keadaan ini adalah : "Time Flies"

Entah kenapa saya menyukai kata-kata ini, seolah diingatkan bahwa waktu itu sebenarnya cepat berlalu, bahkan bila kita hanya menghabiskan waktu tanpa melakukan aktivitas apapun waktu akan tetap berjalan dengan sendirinya.

Akhir-akhir ini saya mulai mengamati rutinitas saya  sehari-hari, dan setelah dihitung ternyata selama ini sebagian besar waktu saya dihabiskan untuk bekerja. Senin-Jumat  bekerja di kantor dan sesekali hang out bersama teman-teman sepulang kantor. Libur pada saat weekend banyak dihabiskan untuk berjalan-jalan atau sekedar melakukan short trip untuk melepas kepenatan.

Dalam satu tahun, saya mengambil cuti beberapa hari yang umumnya dihabiskan untuk berwisata atau sekedar menghabiskan waktu bersama keluarga di Malang.

Seorang teman pernah bertanya kepada saya: "Apakah satu tahun hidupmu dihabiskan dengan berkualitas atau haya sekedar mengulang rutinitas saja?"

Saya sempat terdiam mendengar pertanyaan tersebut dan sulit menjawabnya, karena mungkin sebagian besar kegiatan saya adalah pengulangan atau rutinitas saja yakni ke kantor, pulang, istirahat, berlibur....

Saya jadi mulai berpikir bagaimanapun kita harus lebih banyak menghabiskan waktu yang lebih berkualitas ( quality time ; Q time) bersama-sama dengan keluarga, sahabat, teman dan orang-orang di sekitar kita, karena waktu tidak akan pernah dapat diulang kembali, namun ke depannya kita bisa melakukan hal-hal yang lebih baik dari hari ini. ^____^



There is a saying: yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the "present." (*)




Thursday, February 9, 2012

Bakmi Gang Kelinci - Kuliner #1


Gerbang Pasar Baru

Siang itu saya bersama teman kantor saya, jeng Windy pergi ke Pasar Baru yang terletak di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Tempat ini amat ramai dikunjungi orang untuk berbelanja, terutama di akhir pekan. Tujuan utama kami siang itu  adalah untuk melihat-lihat kain yang dapat dengan mudah ditemukan di berbagai toko kain di sepanjang jalan di Pasar Baru.Waktu sudah mendekati pukul 12.00 ketika kami tiba disana,yakni waktunya makan siang ^____^ 
Kami memutuskan untuk makan siang dulu sebelum melihat-lihat kain.

Pilihan kami jatuh ke tempat makan yang bernama Bakmi Gang Kelinci,sebuah tempat makan mie yang sudah terkenal dari dulu. Tempat ini sangat mudah di temukan, jadi dari pintu gerbang tinggal berjalan lurus saja dan di perempatan belok ke kanan, hanya beberapa langkah dari perempatan maka tempat makan ini sudah terlihat di kiri jalan.
Siang itu pengunjung tidak terlalu ramai sehingga kami tidak perlu menunggu lama untuk menunggu pelayan mencatat pesanan kami.
Kami langsung memesan Siomay Ayam untuk berdua , sedangkan saya memesan  Bakmi lebar dan jeng Windy memesan Nasi Campur. 
Pesanan yang pertama kali datang adalah Siomay Ayam yang dilengkapi pula dengan sambal kacang,tak lama setelah dihindangkan makanan tersebut kami langsung santap karena kami memang sudah lapar. Awalnya saya sempat ragu untuk mencocolkan siomay ke sambal kacang karena khawatir rasanya pedas. Saya memang kurang bisa memakan makanan pedas jadi harus hati-hati, hehehe....
Dan ternyata rasa sambal kacangnya tidak terlalu pedas jadi saya bisa memakannya sedikit-sedikit. 
Selanjutnya makanan utama datang yakni Bakmi Lebar dan Nasi Campur.
Seporsi Bakmi Lebar berisi bakmi , ayam, jamur, sayuran , tong cai dan kuah, sedangkan untuk Nasi Campurnya berisi nasi putih , hati ayam, daging ayam, telur, gorengan (semacam ngo hiong), kesamaan dari kedua menu ini adalah sama-sama disajikan bersama dengan kuah. 
Saya perhatikan untuk porsi makanan disini cukup besar sehingga bila memang porsi makan anda tidak terlalu besar maka ada baiknya untuk sharing dengan rekan anda. Saya sendiri siang itu tidak sanggup menghabiskan bakmi yang sudah saya pesan, berbeda dengan jeng Windy yang tidak kesulitan menghabiskan seporsi nasi campur tersebut. Secara keseluruhan makan siang tersebut cukup nikmat,dan untuk   total pesanan 3 menu dan 2 botol air mineral kami harus merogoh kocek 68 ribu rupiah.
Bila anda sedang berkunjung ke pasar baru maka tak ada salahnya mencoba makanan disini


(Untuk info selengkapnya silahkan membuka disini: http://www.bakmigangkelinci.com/)

Makan Siang Bersama

Sebenarnya sudah sering sekali kami mengadakan acara makan bersama, entah itu sarapan bersama ataupun makan siang dan berbagai acara makan-makan lainnya.
 
Kali ini kami ditraktir oleh salah seorang rekan kerja  kami untuk makan siang bersama di Bakmi GM Sarinah .
Karena jumlah kami yang cukup banyak, maka mejanya juga jadi panjaaaang, dan foto diambil dari 2 sisi supaya terlihat cukup jelas.

Alasan traktiran tidak diketahui secara pasti  apakah itu ulang tahun, syukuran atau alasan lainnya, yang penting makan-makan, hehehe...  ^_______^


phote edited with picasa 3


Wednesday, February 8, 2012

Perempuan dan Tas #1


Mata yang berbinar-binar, itu adalah reaksi pertama ketika melihat tas yang saya sukai dimanapun itu berada, bisa berupa gambar  di  majalah, tas yang sedang di pajang etalase toko dan berbagai tempat lainnya.
Penilaian tentang bagus tidaknya sebuah tas sangatlah subyektif, karena setiap orang pasti memiliki selera yang berbeda.

Bagi perempuan, tas adalah salah satu aksesori penunjang penampilan yang bisa di padu padankan  dengan pakaian dan tas yang sedang digunakan serta acara yang akan dihadiri. Idealnya memang kita memiliki tas sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan, namun nyatanya bagi beberapa perempuan ada kepuasan tersendiri ketika memiliki hal yang diinginkan.

Sangat sulit untuk menentukan apakah saya termasuk kategori penyuka tas atau bukan karena saya pribadi menilai diri saya memiliki tas berdasar kebutuhan dan itu menjadi penyebab utama mengapa jumlah tas ternyata memang cukup banyak. Beberapa teman dekat saya sudah mengingatkan hal ini dari tahun 2011 dan terus mengingatkan saya untuk membatasi pembelian tas mengingat koleksi tas saya yang sudah menumpuk.

Karena terus menerus diingatkan untuk membatasi pembelian tas maka saya memutuskan untuk melakukan review kembali atas semua koleksi tas yang saya miliki di awal tahun 2012. Ketika sedang berbenah tersebut maka saya baru menyadari bahwa koleksi tas saya yang cukup banyak dan saya mulai bingung sendiri, karena tas-tas tersebut cukup memakan tempat di kamar saya yang besarnya tidak seberapa. Dari sekian banyak koleksi tas saya maka hanya beberapa saja yang sering saya gunakan, sedangkan tas-tas tertentu ada beberapa yang ternyata sangat jarang saya gunakan. Saya jadi merenung bahwa tas-tas tersebut hanya berada di lemari saya tanpa ada yang menggunakan, padahal mungkin masih banyak orang yang memerlukan.

Dengan berat hati saya mulai melakukan sortir terhadap tas-tas saya dan hanya menyimpan tas-tas yang memang benar-benar saya sukai, proses ini tidaklah mudah untuk saya karena akhirnya saya harus merelakan tas-tas tersebut.

Sulit memang untuk menentukan jumlah tas yang wajar dan standar bagi seorang perempuan, namun selama anda memang nyaman dengan segala tas yang miliki maka pilihan akhir untuk membeli tas-tas cantik tersebut tetap berada di tangan anda sendiri.

Wednesday, February 1, 2012

Perempuan dan Sepatu #1

Mungkin sudah tak asing bagi kaum hawa untuk berbelanja sepatu. Sepatu merupakan salah satu aksesoris yang menunjang penampilan perempuan, umumnya sepatu ini selalu disesuaikan dengan pakaian dan aksesoris lainnya seperti tas. Untuk tiap acara diperlukan jenis sepatu yang berbeda pula. 
 
Museum Sepatu Imelda Marcos (Filipina)

Berbicara mengenai koleksi sepatu maka nama yang sudah tidak asing adalah mantan ibu negara Filipina Imelda Marcos yang memiliki koleksi ribuan sepatu. Ribuan pasang sepatu tersimpan rapi di tempat khusus. Sepatu mewah, pun berada di tempat penyimpanan yang elegan. Ribuan sepatu dan perhiasan mewah yang dimilikinya, dibeli dari uangnya sendiri. Menurutnya seluruh koleksinya itu sangat indah dan cantik


Memang tak semua perempuan menyukai sepatu dan mengkoleksinya, saya sendiri boleh dibilang  termasuk satu di antara para perempuan yang menyukai sepatu. Saya sendiri tidak ingat jumlah sepatu dan sandal yang saya miliki tapi yang jelas berada pada kisaran jumlah 20 pasang. Angka ini cukup mengejutkan saya apalagi ternyata ada sepatu yang baru saya gunakan 1 atau 2 kali saja, dan untuk sehari-hari saya hampir selalu mengenakan sepatu itu-itu saja dengan alasan kenyamanan.  Menurut saya kenyamanan menjadi salah satu faktor utama saya sebelum membeli sepatu, karena sebagus apapun model sepatu yang kita miliki namun bila tidak nyaman nanti ujung-ujungnya adalah keluhan sakit pada kaki, misal lecet, memar, terkilir, dll.

Berdasar survei maka ada beberapa poin yang disimpulkan sbb: 
· Perempuan membeli sekitar tiga pasang sepatu setiap tahun
· 40 persen perempuan lebih memilih flat shoes daripada high heels
· 30 persen menghabiskan rata-rata 900 ribu rupiah untuk sepasang sepatu
· 40 persen mempertahankan menggunakan sepatu favorit walaupun sudah rusak, sementara itu 60 persennya menahan rasa sakit untuk memamerkan sepatu terbaiknya
· 50 persen perempuan pernah mengalami cedera karena sepatu yang tidak nyaman
· 20 persen perempuan membeli sepatu hanya untuk menghibur diri
· 30 persen berbelanja sepatu secara online
· 60 persen perempuan merasa iri melihat sepatu yang dikenakan perempuan lainnya
Sumber : vivanews.com


Saya hanya bisa mengangguk membaca hasil survey tersebut karena hampir semua poin tersebut  memang benar, yang menjadi catatan saya hanyalah membeli sepatu secara online, hal ini dikarenakan ukuran sepatu saya sekitar 39-40 . Boleh dibilang ukuran ini memang cukup panjang untuk ukuran kaki perempuan Asia sehingga hal ini juga menjadi alasan pembenar saya untuk terus membeli sepatu setiap ada ukurannya bila saya menyukai model tertentu.


(bersambung)

Posting Pertama

Ini adalah posting pertama saya ^^
Lewat blog ini saya akan berbagi mengenai hal-hal di sekeliling saya yang menarik, misalnya: shopping (yang menjadi hobi perempuan nih :P), kuliner (tempat-tempat makan yang menarik) dan travelling...